Minggu, 30 Agustus 2020

Ketahui SPT Masa Pajak PPN Terbaru di Sini

Istilah PPN pastinya sudah sangat sering didengar karena keberadaannya sering tercantum di bagian struk pembayaran. PPN adalah biaya atau tagihan yang biasa dibebankan atas transaksi jual beli suatu produk yang dilakukan oleh wajib pajak pribadi ataupun wajib pajak badan yang termasuk dalam gabungan Pengusaha Kena Pajak (PKP). Jika tidak termasuk dalam PKP, maka orang tersebut tidak wajib membayar pajak ini.

SPT merupakan surat yang digunakan untuk melaporkan pajak, baik itu PPN ataupun selainnya. Bentuknya berupa formulir yang harus diisi sesuai dengan pajak pertambahan nilai yang telah ditetapkan. Biasanya, masa akhir dari SPT akan dihitung pada setiap akhir bulan sehingga masuk dalam kategori laporan bulanan. Oleh karena itu pastikan untuk melaporkannya tepat waktu agar tidak ada kesalahan dalam proses hitung.

Ketahui SPT Masa Pajak PPN Terbaru di Sini

Apa itu SPT?

Seperti yang telah disinggung sebelumnya apabila SPT masa PPN adalah sebuah formulir yang di dalamnya perlu diisi secara lengkap untuk mengetahui perhitungan PPN dan PPnBm. Fungsi umum dari SPT memang digunakan untuk melaporkan pembayaran terkait pelunasan ataupun tunggakan. Namun, ada juga fungsi lainnya yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk melaporkan jumlah harta dan melakukan penyetoran pajak dari pemungut.

Kewajiban Melapor SPT Masa PPN

Berhubung PPN adalah pajak yang harus dibayarkan dalam rentang waktu bulanan, maka sama halnya dengan masa SPT juga harus dilakukan setiap bulannya. Masa jatuh tempo pelaporan SPT sudah ditetapkan setiap hari terakhir atau tanggal 30 dan 31. Namun, pada kondisi tertentu tanggal jatuh tempo bisa diperlonggar asalkan yang bersangkutan mau mengurusnya langsung ke kantor pajak terdekat. Hal ini biasanya sangat dibutuhkan dalam kondisi-kondisi yang mendesak.

Besaran Denda

Sama seperti pembayaran pajak lainnya, PPN wajib untuk dikeluarkan karena jika tidak bisa berpeluang mendapatkan denda. Sesuai dengan peraturan yang terdapat dalam UU KUP Pasal 7 ayat 1, ada denda sebesar 500 ribu yang harus dibayarkan apabila telat melaporkan SPT masa PPN. Denda tersebut bisa dibayarkan dengan cara datang langsung ke kantor pajak terdekat. Agar denda tidak semakin bertambah, maka disarankan untuk membuat catatan keuangan harian.

SPT Tahunan

Selain SPT Masa atau hitungan bulanan, ada juga SPT tahunan yang memang dibayarkan setiap tahun. Fungsinya masih tetap sama, yakni untuk melaporkan pajak tahunan yang harus dibayarkan. Pada SPT ini, tidak hanya bisa digunakan oleh wajib pajak badan saja, tetapi juga wajib pajak orang pribadi. Jika Anda merasa lebih efektif untuk mengambil jangka waktu tahunan, maka lebih disarankan untuk memilih jenis SPT satu ini.

PPN adalah jenis pajak yang dibebankan pada wajib pajak pribadi ataupun badan usaha sehingga tidak boleh dihindari secara sengaja. Biasanya, dari segi UMKM atau pengusaha menengah masih sulit memanajemen catatan keuangan hariannya dengan baik. Untuk itu, sangat disarankan menggunakan aplikasi BukuKas yang mampu mengorganisir dengan baik semua catatan keuangan Anda. Terdapat fitur pengingat hutang yang bisa dimanfaatkan agar Anda tidak sampai mendapatkan denda. Tunggu apalagi? Coba aplikasi BukuKas sekarang juga!

Agustus 30, 2020Unknown