Senin, 09 Maret 2020

Beginilah Penempatan Speaker Aktif di Ruangan yang Perlu Anda Ketahui


Ruangan yang mencukupi akan menghasilkan efek kualitas suara yang baik. karakter akustik ruang pendengar mesti menjadi bahan pertimbangan dalam merencanakan susunan perlengkapan audio anda. Setiap ruang dengar mempunyai sifat suara tersendiri. Ruang yang tepat dapat menolong mendapatkan hasil terbaik dari perlengkapan yang sederhana, kebalikannya ruang yang tidak cukup tepat dapat menciptakan suatu perlengkapan speaker aktif terbaik hebat bersuara amburadul.

Salah satu aspek yang terpenting dalam perencanaan akustik ialah penempatan speaker dan posisi dengar.


Penempatan loudspeaker
Masalah yang sangat mendasar bagi sejumlah ruang dengar ialah minimnya penempatan loudspeaker. Penempatan speaker aktif yang benar ialah salah satu hal yang sangat utama di dalam menemukan suara yang bagus di ruangan anda. Keseimbangan nada rendah dan tinggi ditentukan oleh penempatan speaker. Besar-kecil dan kualitas bass, latar musik yang lebar dan tiga dimensi, nada tengah, artikulasi dan tampilan musik. Untuk itu kita butuh menguasai 6 teknik penempatan speaker dan posisi dengar agar mendapat suara terbaik.

1.       Menemukan sweet spot yang optimal
·           Titik dengar dan loudspeaker mesti menyusun segi tiga sama sisi. Jika tidak kamu tidak bakal pernah mendengar soundstaging yang bagus dan menakjubkan. Faktor utama dalam menemukan suara yang bagus ialah hubungan geometriks dua speaker dan pendengar. Pendengar mesti duduk tepat dengan kedua speaker, jarak pendengar ke speaker usahakan lebih banyak dibanding dengan jarak antara speaker.
·           Semakin besar jarak antar speaker aktif bakal memberi efek latar musik yang semakin luas. Pada bagian ini kamu dipersilakan melakukan percobaan untuk menemukan latar musik yang optimal.
·           Semakin besar jarak titik dengar ke speaker memberikan konsentrasi suara yang lebih baik. Untuk tahap ini kamu harus melakukan sejumlah ekperimen agar mendapatkan konsentrasi musik yang optimal.

2.       Menemukan keseimbangan nada rendah dan nada tinggi yang optimal
·         Jarak speaker aktif ke dinding belakang speaker memprovokasi besar-kecil nada rendah. Semakin dekat speaker ke dinding bakal memperkuat repro nada rendah bass menciptakan repro musik menjadi lebih berat. Tetapi ada sejumlah rancangan speaker khusus jiks didekatkan ke dinding maka mereka membutuhkan penguatan untuk menyeimbangkan frekuensi.
·         Semakin kecil jarak speaker dinding samping pun memperkuat nada rendah. Penempatan yang tepat bakal memberikan keseimbangan frekuensi musik. Penempatan yang tidak cukup tepat mengakibatkan penggemukan pada nada tertentu dan kolorasi nada rendah dan mid.

3.       Menemukan posisi speaker dan pendengar di titik netral resonansi dan standing wave.
·      Karakteristik resonansi ruang yang diprovokasi oleh dimensi ruan. Efek resonansi menghasilkan penggemukan pada frekuensi tertentu dan perlemahan frekuensi tertentu yang mengakibatkan bass boomy. Jika ruang dengar dimensinya ideal maka penyaluran resonansi lebih merata pada tiap frekuensi menghasilkan bass yang lebih baik dan midrange yang bersih dari selaput bass yang boomy.
·      Resonansi ruang yang tidak jarang disebut standing wave membuat seperti gelombang air di dalam ember yang dijatuhkan setetes air. Pola standing wave ini memberikan penyaluran keseimbangan frekuensi yang bertolak belakang berbeda. Ada posisi null atau peak. Biasanya posisi ideal speaker aktif ditaruh pada 1/5 panjang ruang atau 1/3 panjang ruang dan posisi titik dengar ialah 2/3 dari panjang ruang. Pada posisi itu akan tersiar suara vocal dengan bening tanpa diselimuti dengungan bass dan konsentrasi musik dan latar musik yang jelas dan jernih.

Maret 09, 2020Unknown